Desa Wisata Buluh
cina adalah sebuah Desa yang berada di Kabupaten kampar, Desa ini berjarak
sekitar 20km dari Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau. Perjalanan ke
Desa Buluhcina dapat dilakukan melalaui transportasi darat, dengan menggunakan
kendaraan pribadi ataupun melalui transportasi angkutan umum, dari Kota
Pekanbaru kita dapat menggunakan Bus Sarana Angkutan Umum (SAUM) atau yg lebih
dikenal dengan Trans Metro Pekanbaru, dengan menggunakan Trans Metro Kita
mengakhiri perjalanan di Perumahan PANDAU , kemudian di Perumahan PANDAU kita
melanjutkan perjalanan menggunakan mikrolet atau yang biasa disebut dengan
oplet menuju Taman Desa Wisata Buluhcina,dan biaya perjalanan menggunakan oplet
ini Rp.10.000.
Warga Desa Buluhcina memiliki kebudayaan kearifan lokal untuk tidak merusak lingkungan dan hutan. Di Desa Buluhcina terdapat Hutan Wisata Buluhcina. Hutan Wisata Buluhcina ini luasnya 1.000 hektare. Hutan ini sangat asri dan sangat alami dan sudah terpelihara semenjak ratusan tahun yang lalu, di hutan ini dapat kita jumpai flora dan fauna, seperti rotan, anggrek, monyet,burung,kupu-kupu,harimau dan juga pepohonan yang sangat besar dan tinggi, dikawasan hutan ini terdapat tujuh danau yaitu : Danau Pinang Luar, Danau Pinang Dalam, Danau Tanjung Putus, Danau Baru, Danau Tanjung Putus, Danau Lubuk Siam, Danau Atehutan, dan Danau Tatangah, masing-masing danau memiliki keunikan tersendiri.
Warga Desa Buluhcina memiliki kebudayaan kearifan lokal untuk tidak merusak lingkungan dan hutan. Di Desa Buluhcina terdapat Hutan Wisata Buluhcina. Hutan Wisata Buluhcina ini luasnya 1.000 hektare. Hutan ini sangat asri dan sangat alami dan sudah terpelihara semenjak ratusan tahun yang lalu, di hutan ini dapat kita jumpai flora dan fauna, seperti rotan, anggrek, monyet,burung,kupu-kupu,harimau dan juga pepohonan yang sangat besar dan tinggi, dikawasan hutan ini terdapat tujuh danau yaitu : Danau Pinang Luar, Danau Pinang Dalam, Danau Tanjung Putus, Danau Baru, Danau Tanjung Putus, Danau Lubuk Siam, Danau Atehutan, dan Danau Tatangah, masing-masing danau memiliki keunikan tersendiri.
HUTAN WISATA DESA
BULUHCINA
Hutan wisata
Buluhcina awalnya berasal dari tanah dan lahan warga Desa Buluhcina yang mereka
ikhlaskan untuk dijadikan kawasan hutan wisata alam tanpa diganti-rugi. 1500
penduduk Desa Buluhcina memberikan dengan ikhlas lahan yang mereka miliki tanpa
kompensasi materi, mereka cuma mengharapkan bantuan berupa perbaikan dan
peningkatan infrastruktur, pengembangan dan peningkatan ekonomi desa seperti
pembedayaan pemuda dan masyarakat sekitar, namun sampai saat ini apa yang
mereka harapkan belum dapat terwujud. Hutan Wisata Buluhcina ini dikelola oleh
masyarakat dan adat secara bersama di bawah koordinasi ninik mamak Desa
Buluhcina. dan LMB (Lembaga Musyawarah Besar) yang diketuai oleh Bapak Makmur
Hendrik.
Desa wisata
Buluhcina memiliki potensi wisata yang luar biasa, selain hutan wisata yang
menjadi andalan utama, kawasan desa Buluhcina ini juga dapat menjadi pilihan
yang terbaik untuk memancing dan menjala ikan, pemandangan yang indah dan alami
di hutan buluhcina juga dapat dijadikan sebagai tempat hiking, kemah atau
kemping. Masyarakat ataupun pemuda disini sangat welcome terhadap siapapun,
mereka akan meyambut kedatangan siapapun dengan ramah, mereka membantu
pengunjung sebagai pemandu wisata dan jika kita ingin menikmati kuliner mereka
bersedia untuk memasakkan ikan baung yang segar yang langsung diambil dari
sungai, asam pedas baung yang khas menjadi kuliner andalan dan juga ada embut
rotan beserta belacan ala buluhcina. Selain itu juga di Desa Wisata Buluhcina
juga sering diadakan lomba pacu sampan dan biasanya dilakukan pada saat
menjelang Bulan Ramdahan dan pada saat setelah lebaran idhul fitri, dulunya
tiap tahun ada agenda Pacu Sampan Piala Presiden di Desa Buluhcina,kini agenda
pacu sampan Piala Presiden sudah tidak pernah diadakan lagi.


0 komentar:
Posting Komentar